"Dasar wong!!!"
Umpatan itu masih terngiang, dan sering uwak saya ngatain hal mekono saat beliau kesel atau marah.
pada saat itu saya yang masih kecil dengernya serem benget. tetapi untuk tiga puluh tahun kemudian di zaman seiki masa dimana saya seumuran uwakku dulu, umpatan uwakku yang kaya mekono itu menjadi sesuatu yang ngangenin.
bukan apa-apa dari hal yang boleh anggap sepele ini saya baru menyadari akan maksud yang tersirat dari kata-kata uwak ku tersebut, bahwa meski kaya gimana tingginya tensi marah kita, kok lu ya masih sempatnya milih kata yang kedenger enggak nyesekin .
Sangat berbeda jauh dengan yang banyak terjadi seiki, umpatan ataupun ujaran yang tak patut gitu mudah lolos mrosot bocor sensor mene-mana, bahkan lost discont disini-sana lingkungan manapun, apalagi di Mesdsos seiki umpatan atau ujaran kebencian rembes ndelewer takacer-kecer kayak bumbu rujak.
Mulut kita seolah telanjang tanpa norma apa-apa , bahkan jemari kita liar membawa kata bak kuda binal tanpa kendali apa siapa sumleweran menghias media dunia maya, hah........ampun duh Gusti, salah sopo
apa sapi?
Ya....bagaimana pun mengumpat adalah perbuatan tercela dan tidak dibenarkan, akan tetapi luapan umpatan dari kekeselan ataupun kemarahan dibaik baikin dulu kono, paling tidak kayak uwakku gitu.kan kerasa lebih baiklah...kenapa ?
Saya rasa dalam umpatan macem uwakku itu setidaknya tersirat satu pengakuan atas diri pada yang diumpat dan pribadi pengumpat sama - sama masih sebagai manusia alias orang alias wong . beliau tetep memposisikan yang diumpatnya pada kodrat yang beliau sebut wong yang artinya manusia atau orang, bukan mengganti dengan kodrat hewan/sato ataupun sebutan jelek atau jahat lainnya .
Kita semua sepakat, ora ?? pada dasarnya orang alias wong pancen sering mengalami kealpaan, "kewang-kewong" alias kita ini bukan mahluk konstan, kita semua kadang berbuat bener kadang berbuat salah.
Oleh karenya, yok stop umpat !!
kan..............
kita ini satu umat !!
sbagai manusia satu kodrat!
lantas mengapa saling mengumpat...?
bukankah tuhan menyerumu saling bernasehat..?
mari berhenti membulyi
sadari............!
intropeksi... !!
tak perlu merasa suci.
kafan puti selimut kita nanti....
tolong umpat buleyi stop sampai disini !
gengsi takan dapat jadi rem mati,
skujur tubuh ternasuk jemari pada nanti dikubur menjadi saksi
mereka kan jujur menjawab apa yang ia lakui
tidakkah yang demikian membuatmu ngeri??
pahala akan semua amal itu ada dan pasti
mari....mari...berbenah diri
usah risaukan hal yang tak berarti
bertasbihlah mawas diri
bersujudlah dengan amalan yang diridhoi
Tuhan...
Ampunilah kami.

Komentar
Posting Komentar