Langsung ke konten utama

Ngobrol "Aparat desa" bareng Mang Kukus




"Sekiyen dadi wong desa enak ya bro?"kata Mang kukus
"Maksude Mang Kus pripun?"tanyaku
"Wong Desa kang ngenggo pakaian dines la..!"jelas Mang Kukus
"Oooo...Aparat Desa, emang enak gimana mang?tanyaku melanjutkan
"Lah ya..jelas enak toh, wong tinggal dodok trus oli gaji plus bengkok toh"
"Ah...Mang Kus jangan nyirik gitu lah"kataku sedikit dengan nada ledek
"Eh..bro omongane Mang Kus ki berdasar takta kaya SCTV"tegasnya mantap tapi...(ora dingartosi)
"Maksude Mang Kus takta ku data fakta,gitu"jelasku pada yang dimaksud Mang Kukus
"Lah ya..itu, data fakta trus digandeng...he..he.."kata Mang Kukus dengan gaya ngelesnya
"Nggak sekalian dikawinin sih mang?"kataku nambahin
"Ah ente bro bisa bae, tapi bener sih kalo ngobrol sama ente ku enak, gamblang gitu"puji Mang Kus.
"Et...tunggu mujinya kurang satu belom dapet bonus kopi....?"ledekku gesit akan maksud pujiannya , mendengar jawabanku demikian mangkukus cuman diem sambil nyengir.
"Punten bukan maksud gurui Mang Kus ni....., bener masalah kesejahteraan aparat desa sekarang
lebih baik ketimbang yang dulu, dalam hal tanggungjawabnya pun pasti dituntut untuk lebih baik lagi "jelasku panjang,"Pendeknya sih gini mang, setiap pekerjaan punya tanggungjawab dan resiko masing-masing,"sambungku kemudian,"Kalo yang gitunya sih aku ngerti bro, mangka ning tanggungjawabe iku kang tok tuntut"sela Mang Kus dengan tegas,
"Lah...kalo gitu ..bahaya ini, apa Mang Kukus hamil?"ledekku bermaksud netralin obrolan biar tetep santai.dan ternyata berhasil mendengar ledekanku Mang Kus pun ngekek ketawa.

"Pada dasarnya tanggungjawab pembangunan desa merupakan tanggungjawab kita bersama"tegasku
"Tidak mungkin pembangunan desa dilakukan oleh pihak pemerintah desa saja, untuk itu
sebagai masyarakat, kita wajib turut partisipasi dalam pelaksanaan pembangunan desa ini mang... "sambungku,"Oooo..mengkono ya, kirain kita masyarakat tinggal tanggungtanya terus pemerintah yang tanggungjawab"cletuk Mang kukus,
"Ah Mang Kukus bisa bae, nurut wongtua kita bengen kan mang...konon namanya aparat itu enteng disawange tinapi abot disanggahe"kataku (yang artinya menurut orang tua kita dulu menjadi aparat itu keliatan ringan akan tetapi berat dalam pertanggungjawaban).

"Masalahnya mamang kan bodoh tambah bukan generasi jatjet jadi kurang apdet,ya...dipersorrylah kalo banyak nanya?"kata Mang Kukus dengan nada merendah.
"Enggak apalah mang,itu pun kalo bisa saya jawab, wong ..kata peribasa kan malu bertanya sesat dijalan, iya kan mang?"jawabku memancing Mang Kus.
"Ya mending sesat cuma dijalan, lah...kalo sesatnya didalam rumah janda...malunya boleh nanya apa ora bro?"cletuk mangkukus balik mancing nanya.
"ya jelas ora mang...masalahnya ada pentungan pak hansip"jawabku cepat yang kemudian kami pun tertawa bareng.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Kecil (Sang Perangkat Desa)

Mungkin inilah perjalanan hidup yang harus dan pernah ku lewati, katakan garis tulis menurut orang sepuh jawa dulu, konon "pancen wis takdir ora kena dipungkir, jodoh Rizqi dan Pati kadue kuasane Gusti kang Maha Siji."(bahwa kehendak Tuhan tidak akan mampu kita tolak, jodoh, Rizqi dan hidup beserta ajal adalah kekuasaan Tuhan yang Maha Esa). Perencanaan dengan segala perhitungan dan pertimbangan matang serta proses yang dijalankan dengan optimal adalah bentuk upaya kita selaku manusia dalam kadar ikhtiar karena hasil merupakan ketentuan atau ketetapan mutlak milik Tuhan. Tulisan ini hanyalah sebuah catatan kecil dari apa yang  pernah saya alami, sebagaimana saya tulis di awal, wis pesten saya pada tahun 2013 termuat dalam satu organisasi yakni Pemerintahan Desa x, saat itu saya mendapat kepercayaan dari kepala desa terpilih untuk menduduki jabatan tertentu yang sungguh sangat asing bagi saya, selain orang baru terbilang muda untuk kedudukan tersebut maklum biasanya dii...

Kabar Gaweng Nyupang

Sore itu di Ranggon " The villa ngaso and nggloso wong mopo", Mang Kukus selaku pemilik sekaligus penunggu setia tengah ngobrol dengan Ambir tetangga sebelah barat rumahnya. "Mangkus ....tahu tidak, Gaweng nyupang?"tanya Ambir,"Husst ente Am... Kalau ngomong jangan asal jeplak!"bentak MangKus, "Itu namanya fitnah!"sambungnya, "Bener mang, serius!"tegas Ambir "Saya berani bilang gitu karena punya bukti plus saksi yang bisa dipercaya!" jelas Ambir sedikit ngotot. Sementara Mang Kus masih diam, dia nampak tidak percaya atas apa yang baru diomongkan Ambir, "Eh..ente punya bukti apa coba?tanya Mang Kus,"Mang Kus ga lihat apa, Gaweng sekarang punya sepeda motor baru gede lagi, duit dari mana, wong orangnya ada aja di rumah, anehkan?"jelas Amir dengan nada sinis. "Kalau persoalan cuma punya sepeda motor baru, itu sih wajarlah Am.. sekarang mah tinggal ngajuin kredit, selesai ,"kata Mang Kus, "Ya kay...