Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label CEKAK (Cerita Keluarga Aku)

Wawa sang "Singa desa"

Datang dengan muka muram, nampak tak seperti biasa kelihatan lesu dan tidak bergairah, sepintas saya duga bahwa dia dalam masalah, untuk itu saya pun tak berani membuka canda, khawatir kalo pada nantinya kurang berkenan dengan perasaannya, saya pun cuma bisa mempersilahkan ia duduk di kursi tamu saya yang reot kadung sudah tua. Dia saya panggil " wawa'". teman karib bahkan sudah saya anggap keluarga, yang karena kedekatan kami berdua, kurang lebih dua puluh tahun lalu dia terkenal "Singa desa" karena keberanian serta kenekatan nya ketika masih sering terjadi ribut antar desa. "Emmmh.. kayanya lagi kurang enak apa wa?"tanyaku menyapa pelan. "Kalo dibilang kurang enak sih ora, cuman isun lagi sumpek mikirin bocah,"katanya sambil menghela nafas berat. "Maaf wa' mbok Kula lancang emang bocahe kenapa?" tanyaku "Entahlah... tak habis pikir dengan Yeni anak pertama saya."jawabnya lesu. "Kalo boleh tahu emang Ye...

Terimakasih....dukun...

Di wilayah pedesaan di era pejat pejet (gadget), milaneal atau sebutan lainnya banyak jenis pekerjaan yang diambang gulung tikar, salah satunya adalah jenis pekerjaan praktek perdukunan. Dulu didesa saya banyak yang berprofesi demikian bahkan menjadi trend di era sebelum tahun dua ribuan. Dalam status sosial figur seorang dukun  sangat disegani dan dihormati layaknya orang kaya ataupun tokoh agama. Mereka dianggap penting untuk berbagai kasus penanganan orang sakit. Rujukan pertama sebelum melangkah berobat kemana-mana adalah mereka, adalah tabu jika kita mengesampingkan mereka karena mereka dianggap mampu melihat yang kasat serta mampu menerawang apa dibalik tabir penglihatan awam. Selain anggapan sebagaimana diatas, masih banyak kemampuan lain yang dianggap dimiliki oleh masing-masing dukun yang ada di desa saya. Sebelum hadirnya Android dengan kemampuan koneksi internet yang kian canggih, seorang dukun merupakan mediasi untuk menanyakan kabar sanak saudara yang jauh sepe...

PROFIL ISTRIKU DIBALIK SATU PERISTIWA

Sekitar pukul lima belas tiga puluh menit saya tiba dihalaman rumah sepulang kerja. Masih diatas jok sepeda motor bebek butut kesayangan (sayang kalo dijual ora bakal laku), bermaksud netralin gigi mesin sepeda motor tiba- tiba " klak ", pedal gigi mesin yang saya injak patah, spontan saya pun matikan mesin sepeda motor. dan benar tangkai pedal gigi deket bodi mesin ternyata coplok dari patri lasnnya, saat itu saya kebingungan masalahnya mau saya dorong masuk kedalam rumah tidak bisa, mau saya bawa kebengkel susah. sementara besok mesti dipakai lagi buat kerja. "Aduh ....ini gimana,"gumamku sendiri "Lah pak.. kenapa motornya?"tanya istriku yang tiba-tiba muncul. "ini bun, gigi sepeda motore lepas"jawabku "uwalah...kirain kenapa, yo..pantes tho pak wong sepedane wis tua kudune ompong."katanya empeng. Mendengar jawaban demikian saya hanya tersenyum, memang itulah istri saya; cerdas dan rasional, apalagi dalam urusa...

"DASAR WONG"

"Dasar wong!!!" Umpatan itu masih terngiang, dan sering uwak saya ngatain hal mekono saat beliau kesel atau marah. pada saat itu saya yang masih kecil dengernya serem benget. tetapi  untuk tiga puluh tahun kemudian di zaman seiki masa dimana  saya  seumuran uwakku dulu,  umpatan uwakku yang kaya  mekono  itu menjadi sesuatu yang ngangenin. bukan apa-apa dari hal yang boleh anggap sepele ini saya baru menyadari akan maksud yang tersirat dari  kata-kata uwak ku tersebut, bahwa  meski kaya gimana tingginya tensi marah kita, kok lu ya masih sempatnya milih kata yang kedenger enggak nyesekin . Sangat berbeda jauh dengan yang  banyak terjadi seiki, umpatan  ataupun ujaran yang tak patut gitu mudah  lolos  mrosot   bocor sensor mene-mana,  bahkan lost discont  disini-sana lingkungan manapun, apalagi di Mesdsos seiki umpatan atau ujaran kebencian rembes ndelewer takacer-kecer kayak bumbu ...

SUARA TERKECIL JADI PEMENANG FOOTING

  Ceritanya gini, jam 5 sore saya dan dua anak laki saya asik nongkrong depan  TV,  nunggu tim bola favorit kami maen, beberapa saat kami fokus dalam ulasan komentator idola kami ( ora kudu sebutlah jenenge) , bener petandingan sore itu sudah kami tunggu sejak kemarin, dan hem..sekarang pertandingantinggal berapa klik menit lagi. Sementara bojoku lagi di dapur ngebikinin kopi, Nonok panggilan anak bungsu putri saya yang umurnya delapan tahunan, lagi mandi. Semuanya berjalan sesuai orbitnya masing-masing. (he..he..kayak ilmu antariksa bae, wong?!) pokoke santai dan menjajikan......  Namun berapa menit  kemudian mendadak suasana santai dan menjanjikan itu berubah total, Nonok yang nampak udah klimis tur rapih spontan ngambil remot dan ...chanel pun berganti kartun upin ipin nongol dan yah....terjadilah;dimana remot ada ditangan Kanjeng ratu nonok maka kekuasaan atas TV pun otomatis tidak bisa diganggu gugat lagi, absolut plu-plus.  ...