Datang dengan muka muram, nampak tak seperti biasa kelihatan lesu dan tidak bergairah, sepintas saya duga bahwa dia dalam masalah, untuk itu saya pun tak berani membuka canda, khawatir kalo pada nantinya kurang berkenan dengan perasaannya, saya pun cuma bisa mempersilahkan ia duduk di kursi tamu saya yang reot kadung sudah tua. Dia saya panggil " wawa'". teman karib bahkan sudah saya anggap keluarga, yang karena kedekatan kami berdua, kurang lebih dua puluh tahun lalu dia terkenal "Singa desa" karena keberanian serta kenekatan nya ketika masih sering terjadi ribut antar desa. "Emmmh.. kayanya lagi kurang enak apa wa?"tanyaku menyapa pelan. "Kalo dibilang kurang enak sih ora, cuman isun lagi sumpek mikirin bocah,"katanya sambil menghela nafas berat. "Maaf wa' mbok Kula lancang emang bocahe kenapa?" tanyaku "Entahlah... tak habis pikir dengan Yeni anak pertama saya."jawabnya lesu. "Kalo boleh tahu emang Ye...
Media sharing, entertainment and information