Seperti biasa sore itu Gaweng
dateng ke ranggon Mang Kukus.
"Assalumu'alaikum... Mang Kus"sapa Gaweng
pada Mangkus yang lagi asyik telentang
rebahan diranggon.
"Wa'alaikum salam,.....e..ente weng,
monggo-monggo duduk"jawab Mang Kus seraya bangun.
"Mau teh, kopi, susu, es...anget..panas"
tawar Mang Kus khas seperti biasa pada tiap
tamu ranggon yang ditemuinya.
"ora usah repot, kopi juga mau kok,he..he..
tapi eit tunggu Mang ......paket jadi aja
diwarung Bi Muni, kopi nya mantappp.. mang "
"yang mantap kopi...apa susunya weng,he..he?"
ledek Mang Kus
"Masih tau aja Mamang." jawab gaweng spontan.
"eh ya mang mau ....ora ya, Urip ngebeliin
rokok signature sekalian sama kopinya?"
tanya Gaweng,
"Rip...sini!"panggil Mang Kus pada anak keduanya
yang lagi ngumpul-ngumpul bareng temennya diteras
rumah yang tidak jauh dari ranggon.
"Pripun.. pak?"tanya urip halus pada bapaknya
"tolong Rip ..beliin kopi dua sama roko
signature di warung Bi muni."sela Gaweng
sambil nyelodorin duit lima puluan pada
Urip. Dan tanpa basa-basi Urip pun bergegas
pergi.
"Oh ya...denger-denger sekarang kalo
mau nyalon Kades katanya gratis,
ora kena bayar biaya operasional
pemilihan,istilah yang dulu dikenal
biaya dapur itu loh.....bener
apa ora ya, mang?" tanya Gaweng
"Katanya je gitu" jawab Mang Kus singkat
"berarti untuk jadi Kades sekarang ora
musti gede modal ya....Mang Kus?"tanya
Gaweng dengan nada serius.
"itu sih tergantung dari mana ente liat,
kalo dari sudut itu boleh saja dibilang
kaya gitu, tapi kalo diliat dari sudut
yang lain mungkin bisa jadi sebaliknya?"
jawab Mang Kus tenang.
"sudut lain yang dimaksud Mangkus sudut
mana yang perlu diliat?"tanya Gaweng penasaran
"sepengetahuan mamang dalam hal perekrutan
massa, biaya mobilisasi dan pengawalan suara
pemilih sampai pas hari pencoblosan merupakan
kegiatan-kegiatan yang jelas membutuhkan biaya
tidak sedikit"jelas Mang Kus Panjang.
"Dalam budaya PILKADES atau sebutan lainnya,
kita mengenal dengan istilah-istilah CURNIS,
MUWUR atau bagi sembako bahkan yang paling
ngeri istilah SERANGAN FAJAR"lanjut Mangkus.
"Dan dalam banyak ajang PILKADES kegiatan
kegiatan semacam itu lumrah terjadi"sambung
Mang Kus sementara Gaweng diem menyimak
dengan khidmat.
"Untuk itu sepanjang kegiatan tersebut
masih berlangsung maka sudah barangtentu,
kalo ongkos jadi Kades masih tetep dibilang
mahal"lanjut MangKus kemudian.
"Oooo....begitu,"kata Gaweng seraya
mengangguk-anggukan kepalanya seperti
tanda faham.
selang beberapa saat kemudian urip pun datang
sambil membawa pesanan Kopi sama roko signatur
yang diminta Gaweng.
"Punten...ini mang Gaweng kopi sama rokoknya,
kembaliannya tinggal dua puluh empat ribu."
kata Urip sambil menyerahkan barang dan uang
pengembaliannya tersebut.
"Makasih ya..Rip"
"Enggih...sami-sami, mang"jawab Urip sambil
berbalik kembali pada temennya yang masih
pada masih ngumpul.
"Jadi gini weng, ini sih kalo ente minat
pengen jadi Kades, mestinya ente kudu
pegang tiga kunci sakti,"kata Mang Kus
dengan mimik serius.
"Ah Mang Kus, kunci sakti piye tho?"tanya
Gaweng kebingungan.
"He...he.. sabar nanti tok jelasi,
tuh...kopi sripit dulu keburu dingin
kasian Andon sudah beliin, lagian juga
ini cocot pengen dibakar signatur biar
lentur."jawab mangkus sengaja mancing
Gaweng penasaran.
Mau tak mau Gaweng yang kebingungan
campur penasaran itu terpaksa menurut
nyripit kopi tersebut, disusul Mang Kus.
sesaat keduanya larut dalam sensasi
rasa kopi dan rokok yang dinikmatinya.
"Yang dimaksud tiga kunci sakti itu
adalah Pertama harus DOA-DOA, kedua
Kudu PUASA, dan yang ketiga mesti
PATI GENI"lanjut Mang Kus dengan
suara rendah seakan-akan apa yang
ducapkannya barusan sesuatu rahasia.
"Maksud Mang Kus pakai jampi-jampi!"
kata Gaweng setengah teriak kaget.
"Hus...denger dulu penjelasannya!"
bentak Mang Kus dengan nada halus.
"DOA-DOA Yang dimaksud,DOA yang
pertama adalah;
D.....due alias punya
O.....ongkos atau biaya
A.....akeh atau banyak,
nah DOA yang keduanya adalah;
D.....dukungan
O.....orang
A.....akeh alias banyak,
artinya kalau kritreia tersebut
sudah terpenuhi, tiga puluh persen
alamat bakal terpilih."jelas mang Kus
panjang kali lebar(hee...he kaya rumus
nyari luas persegi)
"Loh, masa'cuman tiga puluh persen, mang"
kata Gaweng tambah penasaran.
"yang tiga puluh tiga puluh persen lagi,
itu nilai fungsi dari PUASA,"tegas Mang Kus
"Dimana maksud dari PUASA adalah; PUA..
diambil dari kata mamPU Akan... pemenuhan
terhadap segala persyaratan pencalonan, mampu
dalam penguasaan medan dan keadaan yang dihadapi
serta kemampuan atas lainnya, sementara ASA....
diambil dari kata kuASA,yang maksudnya senantiasa
bisa memecahkan segala persoalan yang ada, baik
secara pribadi ataupun berkoordinasi bersama
dengan Tim pengusungnya."lanjut Mang Kus gamblang
"Oooo...ngono, trus kunci yang PATI GENI piye
tho maksudnya, Mang Kus?"tanya Gaweng selanjutnya
"untuk PATI GENI sendiri bobot persentasenya
lebih tinggi ketimbang lainnya yaitu empat
puluh persen, dan yang dimaksud PATI GENI adalah
PATI..diambil dari kata;sifat wajib paPAT darI
kanjeng Nabi: sidiq, amanah tabligh dan Fathonah
...kudu..GENI....yaiku GE...gegeki atau jadikan
pegangan diri sedangkan NI... dilakoni atau
diamalkan dalam kehidupan sehari-hari."jelas
Mang Kus dengan rinci.
"iya, ya... sekarang saya faham, tiga kunci sakti
yang dimaksud mamang"
"cuman sayang,lamon ta magrib ora keburu dateng sih
pasti ngobrol tambah sremmm mang, he...he.."kata
Gaweng yang baru tersadar dengan waktu obrolannya
yang sudah lama dan panjang.
" Eh iya...,ora kerasa ya weng, ya sudah gampang
nyambunglah !"kata Mang Kus yang juga baru nyadar.
"Kesuwun kanggo kunci sakti ye, mang"samber Gaweng
"Sami-sami, aja kapok tombok kopi rokoke, harus
maklum deweklah wong namanya calon kades ya harus
banyak-banyak MUWUR, iya tho.. weng!"jawab Mang Kus
sambil meledek.
"Ah Mang Kus bisa bae, assalamu 'alaikum...."kela
Gaweng menyudahi dengan salam.
"Wa alaikum salam...."
Komentar
Posting Komentar