Langsung ke konten utama

Istilah nganggur buat suami

Sebagian besar mata pencaharian di desa saya bercocok tanam, beternak unggas ataupun ikan. Rata-rata kaum lelaki masih dominan berperan sebagai pencari nafkah utama, maklum jenis pekerjaan yang ada menuntut kuat dan juga besarnya stamina, meski ada beberapa yang bisa dikerjakan oleh kaum isteri di desa namun hanya berlaku pada waktu serta kondisi tertentu saja.

Sedemikian penting dan vitalnya kedudukan juga peran suami dalam keluarga, kiranya layak bagi para istri agar senantiasa hormat dan bakti terhadap suaminya.(ora percaya? tanya aja sama Pak haji atau Bu haja.).

Dalam hal menafsirkan hormat dan bakti sama suami, kebanyakan para istri di desa saya suka tebang pilih, pulang kerja bawa uang dihormati dan di bakti, sementara kalo tangan kosong pasti ngomong kaya gini" bosen...punya suami nganggur saben hari"

Menurut mereka serajin apapun Sang suami, hal tersebut ra bakal ngaruh persepsi mereka, biar suami pergi pagi pulang pagi, berhari-hari bahkan  lebih, tak bakal dapat apresiasi istri ketika tidak bawa duit sebagai bukti.

Mereka para istri di desa saya beranggapan bahwa hakikat lelaki cuma semacam mesin produksi, sebatas untuk cetak uang serta cetak generasi.

Rajinnya suami nyari nafkah masih dianggap setara dengan kerjaan rumahnya, katanya bahkan lebih panjangan waktu mereka, meski hanya disekitaran rumah saja tapi aktifitas kegiatan mereka tak ada putusnya. Mulai dari dapur sumur pagi sampe sorenya, kemudian dilanjut ka....ur malemnya, demikian itu merupakan rutinitas keseharian mereka. Oleh karenanya tidaklah cukup rajin saja bagi para suami penting adalah hasilnya agar beroleh apresiasi istri.

Bukannya tidak takut dosa tentang persepsi mereka yang begitu adanya, namun konon akan lebih berdosa kalo hidup mereka terus makan uang riba persoalan biaya belanja harus minjem renten atau apalah namanya pada pihak penyedia pinjaman dana sementara. Ditambah akan salah besar kalo sampai anak ra pada belajar, lantaran ga pada mau sekolah gara-gara ra ada pesangon atau transport nya. Apa kaya ngono ora celaka?

Makanya istri-istri kami panik luar biasa' ketika sore belum pegang jatah buat besok paginya, mereka pasti besengut dan saya bisa pastikan entar malam ra bakalan dapat jatah mereka (😂😂😂 ........bener ora, wa?)

Di Desa saya istilah ganggur ketika kerja tanpa ada hasil sudah lumrah bahkan  kaya menjadi kesepakatan final rumpi Paripurna. Yang saya dengar kata-kata mereka begini," suami saya cuma bisa nungguin orang numpang becak, banyak nganggur suka pulang ra bawa duit." disambut lainnya,"suami situ mending bisa nunggu barang satu dua hari, lah suami saya nganggur tiga bulan nunggu tambak,"yang lain kemudian nyambung," panjangan suami saya wong saban hari ngurusin sawah tok, nganggur nunggu sampai panen apa ra kesel coba"dijawab yang lain" sampeyan masih mending anak-anak sampeyan masih kecil-kecil, coba saya dua anak SMA satu Kuliah apa ini otak ora pecah, wong suami nganggur mulu nunggu bebek nelor lama."

Dan masih banyak lagi celotehan lainnya, dan sebenarnya istilah nganggur yang disandangkan pada kami hanya sebagai bentuk ekspresi kesel dan pusing mereka karena biaya hidup yang sangat mesti sifatnya sementara sumber keuangan yang dimiliki tidak ada penjaminan pastinya, dan kami para suami sangat memahami itu semua. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Kecil (Sang Perangkat Desa)

Mungkin inilah perjalanan hidup yang harus dan pernah ku lewati, katakan garis tulis menurut orang sepuh jawa dulu, konon "pancen wis takdir ora kena dipungkir, jodoh Rizqi dan Pati kadue kuasane Gusti kang Maha Siji."(bahwa kehendak Tuhan tidak akan mampu kita tolak, jodoh, Rizqi dan hidup beserta ajal adalah kekuasaan Tuhan yang Maha Esa). Perencanaan dengan segala perhitungan dan pertimbangan matang serta proses yang dijalankan dengan optimal adalah bentuk upaya kita selaku manusia dalam kadar ikhtiar karena hasil merupakan ketentuan atau ketetapan mutlak milik Tuhan. Tulisan ini hanyalah sebuah catatan kecil dari apa yang  pernah saya alami, sebagaimana saya tulis di awal, wis pesten saya pada tahun 2013 termuat dalam satu organisasi yakni Pemerintahan Desa x, saat itu saya mendapat kepercayaan dari kepala desa terpilih untuk menduduki jabatan tertentu yang sungguh sangat asing bagi saya, selain orang baru terbilang muda untuk kedudukan tersebut maklum biasanya dii...

Kabar Gaweng Nyupang

Sore itu di Ranggon " The villa ngaso and nggloso wong mopo", Mang Kukus selaku pemilik sekaligus penunggu setia tengah ngobrol dengan Ambir tetangga sebelah barat rumahnya. "Mangkus ....tahu tidak, Gaweng nyupang?"tanya Ambir,"Husst ente Am... Kalau ngomong jangan asal jeplak!"bentak MangKus, "Itu namanya fitnah!"sambungnya, "Bener mang, serius!"tegas Ambir "Saya berani bilang gitu karena punya bukti plus saksi yang bisa dipercaya!" jelas Ambir sedikit ngotot. Sementara Mang Kus masih diam, dia nampak tidak percaya atas apa yang baru diomongkan Ambir, "Eh..ente punya bukti apa coba?tanya Mang Kus,"Mang Kus ga lihat apa, Gaweng sekarang punya sepeda motor baru gede lagi, duit dari mana, wong orangnya ada aja di rumah, anehkan?"jelas Amir dengan nada sinis. "Kalau persoalan cuma punya sepeda motor baru, itu sih wajarlah Am.. sekarang mah tinggal ngajuin kredit, selesai ,"kata Mang Kus, "Ya kay...

Ngobrol "Aparat desa" bareng Mang Kukus

"Sekiyen dadi wong desa enak ya bro?"kata Mang kukus "Maksude Mang Kus pripun?"tanyaku "Wong Desa kang ngenggo pakaian dines la..!"jelas Mang Kukus "Oooo...Aparat Desa, emang enak gimana mang?tanyaku melanjutkan "Lah ya..jelas enak toh, wong tinggal dodok trus oli gaji plus bengkok toh" "Ah...Mang Kus jangan nyirik gitu lah"kataku sedikit dengan nada ledek "Eh..bro omongane Mang Kus ki berdasar takta kaya SCTV"tegasnya mantap tapi...(ora dingartosi) "Maksude Mang Kus takta ku data fakta,gitu"jelasku pada yang dimaksud Mang Kukus "Lah ya..itu, data fakta trus digandeng...he..he.."kata Mang Kukus dengan gaya ngelesnya "Nggak sekalian dikawinin sih mang?"kataku nambahin "Ah ente bro bisa bae, tapi bener sih kalo ngobrol sama ente ku enak, gamblang gitu"puji Mang Kus. "Et...tunggu mujinya kurang satu belom dapet bonus kopi....?"ledekku gesit akan maksud pujia...