Langsung ke konten utama

Pilkades, klakson dan para calon

Hal unik banyak dilakukan para balon kades dalam upayanya mencari dukungan suara dan simpatik warga.

Salah satunya keunikan para balon dengan mengganti aki sepeda motor mereka dengan yang baru, tindakan ini dimaksudkan agar mendapat bunyi klakson dengan suara maksimal.

Memang lucu kalau dipikir sepintas kaitan nya apa coba antara nyalon sama suara klakson maksimal?

Mungkin jauh lebih masuk akal jika dihubungkan pendukungan warga dengan hasil perolehan suara maksimal.

Maksud hati semua kontestanatau para calon berharap meraih kemenangan maka semua carapun siap dilakukan, apalagi cara yang dikit modal pasti menjadi pilihan.

Maklum konon dibeberapa desa modal jadi kades sangat mahal. Jadi lumayan cara tersebut diterapkan buat ngirit modal.

Meskipun sekarang dikabarkan bahwa Pilkades sudah teranggarkan alias gratis namun  tetap saja para calon kontestan butuh mempersiapkan dana  untuk biaya kegiatan-kegiatan penguatan suara dan pemenangannya dalam proses pemilihan.

Kaitan perbaikan klakson sepeda motor yang dilakukan para calon merupakan sebuah langkah para calon dalam melakukan pendekatan dengan warga.

Diharapkan dapat membantu para calon berinteraksi dengan warga, mereka berusaha menabur pesonanya agar memperoleh  anggapan serta tanggapan positif dari warga. Klakson sebagai sarana untuk menyapa ketika berpapasan atau saat si calon lewat didepan seeseoran atau sekumpulan orang. Oleh karenanya klakson dianggap menjadi simbol kepedulian dan keakraban calon terhadap warganya, meski dalam hal ini calon tersebut mungkin kurang mengenal satu persatu calon warganya, akan tetapi dengan apa yang dilakukannya paling tidak mereka telah memperkenalkan diri mereka Sebagai figur calon pemimpin dengan sosok pribadi yang santun dan ramah.

He...he...he.. ada-ada saja....
Ini baru Pilkades saja, segitu uniknya, gimana PIL-PIL lainnya di dunia......hah.... demokrasi bener-bener banyak hal crazy...


Baca juga : curhatan menjelang Pilkades

Komentar

  1. Klakson berbanding lurus dengan bensin...
    Karna tanpa bensin motor pun tak bisa jalan.
    Kurang lebih begitu kita kira pak admin 😁

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Ngobrol Pemilu Bareng Mang Kukus"

Hari ini rabu tanggal 17 April seluruh masyarakat indonesia lagi sibuk memilih calon dewan dan pemimpin negeri. termasuk didesaku yang tercinta ini, seluruh warga datang berbondong di tiap TPS dilokasinya  masing-masing.  kebetulan TPs saya memilih tidak jauh cuman selang satu rumah dari rumahku. hilir mudik tangga yang mau nyoblos lewat jalan depan rumahku.  mang Kukus tangga  belakang rumahku  lewat keliatan mungkin habis nyoblos. "udah nyoblos, mang?"Sapaku sopan sama mang kukus yang usianya jauh lebih tua dari saya. "Oh..iya udah boss."balasnya ngeledek dengan gaya mudanya  "ah mangkus bisa bae,..mampir...?"kataku balas ledek "siap seru, ora?"tanyanya balik, "seru apanya mangkus?"tanyaku penasaran, "ya...Seruputnya lah!"jawabnya ringan sambil nyengir kuda "ooo......siap, monggo duduk!"balasku smbil ngajak duduk dikursi terasku. "sampean nyoblos dereng?"balik mangk...

Ngobrol "Aparat desa" bareng Mang Kukus

"Sekiyen dadi wong desa enak ya bro?"kata Mang kukus "Maksude Mang Kus pripun?"tanyaku "Wong Desa kang ngenggo pakaian dines la..!"jelas Mang Kukus "Oooo...Aparat Desa, emang enak gimana mang?tanyaku melanjutkan "Lah ya..jelas enak toh, wong tinggal dodok trus oli gaji plus bengkok toh" "Ah...Mang Kus jangan nyirik gitu lah"kataku sedikit dengan nada ledek "Eh..bro omongane Mang Kus ki berdasar takta kaya SCTV"tegasnya mantap tapi...(ora dingartosi) "Maksude Mang Kus takta ku data fakta,gitu"jelasku pada yang dimaksud Mang Kukus "Lah ya..itu, data fakta trus digandeng...he..he.."kata Mang Kukus dengan gaya ngelesnya "Nggak sekalian dikawinin sih mang?"kataku nambahin "Ah ente bro bisa bae, tapi bener sih kalo ngobrol sama ente ku enak, gamblang gitu"puji Mang Kus. "Et...tunggu mujinya kurang satu belom dapet bonus kopi....?"ledekku gesit akan maksud pujia...

"DASAR WONG"

"Dasar wong!!!" Umpatan itu masih terngiang, dan sering uwak saya ngatain hal mekono saat beliau kesel atau marah. pada saat itu saya yang masih kecil dengernya serem benget. tetapi  untuk tiga puluh tahun kemudian di zaman seiki masa dimana  saya  seumuran uwakku dulu,  umpatan uwakku yang kaya  mekono  itu menjadi sesuatu yang ngangenin. bukan apa-apa dari hal yang boleh anggap sepele ini saya baru menyadari akan maksud yang tersirat dari  kata-kata uwak ku tersebut, bahwa  meski kaya gimana tingginya tensi marah kita, kok lu ya masih sempatnya milih kata yang kedenger enggak nyesekin . Sangat berbeda jauh dengan yang  banyak terjadi seiki, umpatan  ataupun ujaran yang tak patut gitu mudah  lolos  mrosot   bocor sensor mene-mana,  bahkan lost discont  disini-sana lingkungan manapun, apalagi di Mesdsos seiki umpatan atau ujaran kebencian rembes ndelewer takacer-kecer kayak bumbu ...