Langsung ke konten utama

Curhatan menjelang, "Pilkades serentak tahun 2019"

Bulan Oktober depan Desa saya bakal ngegelar hajat demokrasi yakni Pilkades serentak tahun sekarang.

Terus terang saya merasa kurang nyaman dengan suasana yang sedang berkembang.

Selain banyak terjadi cekcok antar tetangga, temen, saudara  bahkan dalam satu keluarga suami dengan istri atau orangtua dengan anaknya, dan yang bikin saya paling dongkol juga gerah masalahnya seseorang dengan gampangnya melegitimasi pilihan orang lain berdasar merk rokok yang dibawanya.

Sudah menjadi kebiasaan di desa saya bahwa saban dihelat kontestasi Pilkades, masing-masing calon sudah menyiapkan merk rokok Sebagai ciri khas mereka, layaknya semacam sponsor.

Kebetulan rokok yang saya suka dipakai simbol salah satu calon, ruginya kalo saya nongkrong bareng temen atau ada yang main ke rumah, pasti mereka komentar masalah rokok dikaitkan calon dengan simbol rokok tersebut, tambah lagi kalo saya sempat sajikan kopi atau teh pastinya komentar mereka bahwa barang tersebut diperoleh dari para calon kontestan pemilihan, sungguh bikin jengkel apa segitu loyalnya mereka?tho sampai sekarang perasaan saya belum menerimakan sebatang rokok atau sesaset kopi pun yang ceritanya para calon wuwurkan (istilah pemberian sembako dari para calon kontestan pemilihaan.

Hal lain yang juga bikin saya dongkol lagi gerah saat disebelah rumah saya dibangun semacam gardu pos kamling atau sering kami sebut ranggon oleh salah satu calon, yang menurut mereka sebagai pos pemenangan dari calon tersebut, sekaligus pusat seluruh aktivitas kegiatan tim pemengan untuk wilayah blok tersebut dan memang sih bukan di tanah saya akan tetapi yang namanya pos semacam begitu pastinya selalu rame dan gaduh, berisik suara sepeda motor tidak pernah sepi, semakin mendekat ke bulan Oktober tentunya mobilitas kegiatan semakin sibuk dan padat.

yang jelas kedepannya di pos tersebut pasti dipampang baliho atau spanduk gambar calon yang diusung mereka yang secara tidak langsung seolah menunjukkan bahwa saya dan orang-orang yang disekitar adalah pihak calon tersebut, padahal belum tentu pilihannya kesitu. akan tetapi karena kedudukan pos pemenangan berada disamping rumah saya maka tidak menutup kemungkinan pihak kubu calon lain menganggap saya bagian dari kubu itu.

Saat-saat sekarang semua orang sibuk ngomongin soal pencalonan, tidak di warung, sawah, pasar pokoke dimana-mana disetiap sudut desa semuanya ngobrol hal sama. Pihak kubu satu dengan kubu yang lain saling membangga-banggakan calonnya masing-masing.

Sungguh pada bulan-bulan ini
merupakan bulan yang tidak mengenakan khususnya bagi saya (entah bagi selain saya), dimana terjadi pertarungan gengsi, emosi serta fanatik pendukungan didalam masyarakat rumpun sendiri. Suasana desa yang tadinya tenang nyaman kini berubah tegang dan rawan pertengkaran

Meskipun demikian saya berharap
Semoga Pilkades serentak tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan sukses dapat melahirkan seorang penimpin jujur, adil, dan amanah yang mampu mewujudkan kesejahteraan warganya.



Postingan populer dari blog ini

Catatan Kecil (Sang Perangkat Desa)

Mungkin inilah perjalanan hidup yang harus dan pernah ku lewati, katakan garis tulis menurut orang sepuh jawa dulu, konon "pancen wis takdir ora kena dipungkir, jodoh Rizqi dan Pati kadue kuasane Gusti kang Maha Siji."(bahwa kehendak Tuhan tidak akan mampu kita tolak, jodoh, Rizqi dan hidup beserta ajal adalah kekuasaan Tuhan yang Maha Esa). Perencanaan dengan segala perhitungan dan pertimbangan matang serta proses yang dijalankan dengan optimal adalah bentuk upaya kita selaku manusia dalam kadar ikhtiar karena hasil merupakan ketentuan atau ketetapan mutlak milik Tuhan. Tulisan ini hanyalah sebuah catatan kecil dari apa yang  pernah saya alami, sebagaimana saya tulis di awal, wis pesten saya pada tahun 2013 termuat dalam satu organisasi yakni Pemerintahan Desa x, saat itu saya mendapat kepercayaan dari kepala desa terpilih untuk menduduki jabatan tertentu yang sungguh sangat asing bagi saya, selain orang baru terbilang muda untuk kedudukan tersebut maklum biasanya dii...

Kabar Gaweng Nyupang

Sore itu di Ranggon " The villa ngaso and nggloso wong mopo", Mang Kukus selaku pemilik sekaligus penunggu setia tengah ngobrol dengan Ambir tetangga sebelah barat rumahnya. "Mangkus ....tahu tidak, Gaweng nyupang?"tanya Ambir,"Husst ente Am... Kalau ngomong jangan asal jeplak!"bentak MangKus, "Itu namanya fitnah!"sambungnya, "Bener mang, serius!"tegas Ambir "Saya berani bilang gitu karena punya bukti plus saksi yang bisa dipercaya!" jelas Ambir sedikit ngotot. Sementara Mang Kus masih diam, dia nampak tidak percaya atas apa yang baru diomongkan Ambir, "Eh..ente punya bukti apa coba?tanya Mang Kus,"Mang Kus ga lihat apa, Gaweng sekarang punya sepeda motor baru gede lagi, duit dari mana, wong orangnya ada aja di rumah, anehkan?"jelas Amir dengan nada sinis. "Kalau persoalan cuma punya sepeda motor baru, itu sih wajarlah Am.. sekarang mah tinggal ngajuin kredit, selesai ,"kata Mang Kus, "Ya kay...

Ngobrol "Aparat desa" bareng Mang Kukus

"Sekiyen dadi wong desa enak ya bro?"kata Mang kukus "Maksude Mang Kus pripun?"tanyaku "Wong Desa kang ngenggo pakaian dines la..!"jelas Mang Kukus "Oooo...Aparat Desa, emang enak gimana mang?tanyaku melanjutkan "Lah ya..jelas enak toh, wong tinggal dodok trus oli gaji plus bengkok toh" "Ah...Mang Kus jangan nyirik gitu lah"kataku sedikit dengan nada ledek "Eh..bro omongane Mang Kus ki berdasar takta kaya SCTV"tegasnya mantap tapi...(ora dingartosi) "Maksude Mang Kus takta ku data fakta,gitu"jelasku pada yang dimaksud Mang Kukus "Lah ya..itu, data fakta trus digandeng...he..he.."kata Mang Kukus dengan gaya ngelesnya "Nggak sekalian dikawinin sih mang?"kataku nambahin "Ah ente bro bisa bae, tapi bener sih kalo ngobrol sama ente ku enak, gamblang gitu"puji Mang Kus. "Et...tunggu mujinya kurang satu belom dapet bonus kopi....?"ledekku gesit akan maksud pujia...